
SURABAYA – Kakanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, secara resmi membuka Kegiatan Sosialisasi Program Prioritas Nasional 2026 yang dilaksanakan di The Trans Luxury, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan mekanisme penyampaian informasi terkait keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) dengan masyarakat setempat. Fokus utamanya adalah pelibatan aktif para Kepala Desa atau Kelurahan pada wilayah yang telah dibentuk sebagai Desa Binaan Imigrasi (DBI).
“Sinergi antara PIMPASA dan aparatur desa menjadi langkah penting dalam deteksi dini dan pelindungan WNI. Melalui pertukaran informasi yang cepat dan akurat dari tingkat desa, kita dapat mencegah terjadinya permasalahan keimigrasian di luar negeri, termasuk meminimalisasi risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” ujar Novianto.

Ia juga mendorong seluruh aparatur desa untuk terus mengoptimalkan peran DBI sebagai perpanjangan tangan institusi Imigrasi di tengah masyarakat. Komunikasi yang berkesinambungan antara petugas dan warga diharapkan dapat memberikan edukasi yang komprehensif, khususnya bagi masyarakat yang berencana bekerja atau tinggal di luar negeri.
Pelaksanaan Program Prioritas Nasional 2026 ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam sistem pendataan dan pemantauan WNI. Dengan mekanisme koordinasi yang terstruktur dari akar rumput, kehadiran negara dalam memastikan keselamatan serta pelindungan warganya di luar negeri dapat berjalan secara optimal.

