MADIUN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, meresmikan SI MIDUN TAMPAN (Taman Ketahanan Pangan Imigrasi Madiun) di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun pada Senin (18/05/2026). Program tersebut menjadi bentuk dukungan nyata jajaran Imigrasi terhadap visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, kemandirian, dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Ditjenim Jatim didampingi Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal, Dwi Anandita. Turut hadir Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Arief Adi Prayogo, beserta jajaran pegawai yang mengikuti rangkaian peninjauan dan peresmian program ketahanan pangan tersebut.
Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung area SI MIDUN TAMPAN yang dikembangkan sebagai sarana pemanfaatan lahan produktif di lingkungan kantor. Berbagai komoditas peternakan dan pertanian telah dibudidayakan, di antaranya sekitar 2.000 ekor ikan lele, ikan gurame, pepaya California, cabai keriting, cabai rawit lokal, rawit orion, hingga terong ungu hijau.
Kakanwil Ditjenim Jatim, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi langkah positif dalam membangun budaya produktif sekaligus mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan. Menurutnya, inovasi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi organisasi maupun masyarakat sekitar.
“Program SI MIDUN TAMPAN ini menjadi wujud nyata kontribusi Imigrasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif yang bermanfaat bagi organisasi maupun masyarakat sekitar,” ujar Kakanwil.
Sementara itu, Kakanim Kelas II Non TPI Madiun, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari semangat kebersamaan seluruh jajaran untuk menghadirkan kegiatan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan di lingkungan kantor.
“SI MIDUN TAMPAN bukan sekadar taman ketahanan pangan, tetapi juga menjadi simbol semangat kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin menghadirkan inovasi yang sederhana namun memiliki manfaat nyata dan berkelanjutan,” ungkap Kakanim.
