
GRESIK - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menghadiri kegiatan Groundbreaking Pembangunan Pabrik Melamin Terbesar dan Pertama di Indonesia yang dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) pada Rabu (08/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional dalam penguatan industri kimia berbasis investasi.
Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Suyitno, serta Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Mangatur Hadi. Turut hadir pula Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, Henry Wibowo.
Pembangunan pabrik ini merupakan hasil kerja sama investasi antara perusahaan nasional dan asing melalui PT Golden Elephant Abadi Hutan Industri (GEABH), dengan total nilai investasi mencapai USD 600 juta dan target operasional pada triwulan II tahun 2027. Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi besar, meliputi amonia, melamin, dan urea, serta membuka peluang pengembangan lanjutan di sektor energi baru.
Kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari para pejabat terkait, dilanjutkan dengan prosesi groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan pabrik. Proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global.
Seiring dengan adanya investasi asing dan potensi keterlibatan tenaga kerja asing, kehadiran Kanwil Ditjenim Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan layanan keimigrasian. Imigrasi berperan dalam memberikan kemudahan perizinan, termasuk fasilitas visa bagi investor dan tenaga kerja asing, guna mendukung kelancaran pembangunan.
Selain sebagai fasilitator, Imigrasi juga memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemudahan investasi dan aspek pengawasan. Melalui kebijakan seperti Golden Visa serta penguatan pengawasan keimigrasian, diharapkan tercipta iklim investasi yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
