PONOROGO – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menghadiri dan memberikan arahan pada Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Ponorogo Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo di Hotel Maesa, Ponorogo, Kamis (04/06/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menerangi Desa, Memagari Negara, Mencegah TPPO dan TPPM Melalui Desa Binaan Imigrasi” ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Ponorogo, anggota TIMPORA dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, BIN Daerah, instansi vertikal, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai wadah penguatan koordinasi dalam pengawasan orang asing.
Dalam arahannya, Kakanwil Ditjenim Jatim menyampaikan bahwa Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran yang cukup tinggi sehingga diperlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan terhadap potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Menurutnya, program Desa Binaan Imigrasi menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai migrasi aman sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap keberangkatan pekerja migran nonprosedural.
“Desa Binaan Imigrasi bukan hanya menjadi sarana edukasi keimigrasian, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari berbagai modus TPPO dan TPPM. Peran aktif pemerintah desa sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat sejak dini,” ujar Kakanwil.
Sementara itu, Kakanim Kelas II Non TPI Ponorogo, Anggoro Widy Utomo, menegaskan bahwa sinergi antaranggota TIMPORA perlu terus diperkuat untuk mendukung efektivitas pengawasan dan pencegahan pelanggaran keimigrasian. “Melalui kolaborasi seluruh anggota TIMPORA dan penguatan Desa Binaan Imigrasi, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya migrasi yang aman dan prosedural sehingga terhindar dari berbagai risiko TPPO maupun TPPM,” ungkapnya.
Selain membahas penguatan Desa Binaan Imigrasi, forum TIMPORA juga membahas mekanisme pertukaran informasi dan strategi peningkatan efektivitas pengawasan orang asing di wilayah Ponorogo. Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenim Jawa Timur berharap terbangun kesamaan persepsi dan komitmen yang kuat antarinstansi dalam mendukung pengawasan orang asing serta pencegahan TPPO dan TPPM secara berkelanjutan.
