
MALANG – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur mendukung penguatan layanan keimigrasian di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembentukan Unit Layanan Izin Tinggal dan Informasi Keimigrasian (ULTIMA I'M SEZ) yang dilaksanakan di Gedung Kreatif KEK Singhasari, Kabupaten Malang, Senin (27/07/2026).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur diwakili oleh Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian, Mangatur Hadi Putra Simanjuntak, menghadiri kegiatan bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Anak Agung Bagus Narayana, Direktur Umum PT Intelegensia Grahatama selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Singhasari, Dr. Purnadi, serta Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang selaku Administrator KEK Singhasari, Subur Hutagalung.
Penandatanganan PKS menjadi wujud sinergi antara Direktorat Jenderal Imigrasi, pengelola KEK Singhasari, dan Pemerintah Kabupaten Malang dalam menghadirkan layanan izin tinggal dan informasi keimigrasian yang lebih dekat, cepat, dan profesional bagi investor, tenaga ahli, mahasiswa asing, serta masyarakat di kawasan tersebut.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah, Mangatur Hadi menegaskan bahwa pembentukan ULTIMA I'M SEZ merupakan implementasi nyata transformasi pelayanan keimigrasian yang mendukung kemudahan investasi di daerah.

"ULTIMA I'M SEZ diharapkan menjadi layanan yang memberikan kepastian, kemudahan, dan kecepatan bagi investor serta masyarakat, dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan didukung koordinasi yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Kakanim Malang, menyampaikan bahwa kehadiran ULTIMA I'M SEZ merupakan komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mendekatkan layanan keimigrasian di kawasan strategis nasional. Direktur Umum PT Intelegensia Grahatama, Dr. Purnadi, turut mengapresiasi kerja sama tersebut dan berharap ULTIMA I'M SEZ menjadi fasilitas strategis yang mendukung pengembangan KEK Singhasari sebagai pusat pendidikan, ekonomi digital, riset, teknologi, industri kreatif, dan investasi internasional
