
KEDIRI – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur terus memperkuat tata kelola organisasi melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bagian Tata Usaha dan Umum Semester I Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kediri pada Senin (27/7/2026) ini bertujuan memastikan capaian kinerja setiap satuan kerja berjalan sesuai target sekaligus memperkuat kualitas tata kelola administrasi.
Tim monitoring yang terdiri atas unsur keuangan, kepegawaian, Barang Milik Negara (BMN), dan kehumasan disambut oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kediri, Anugrah Dwi Setyo, beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan pembahasan berbagai aspek administrasi yang menjadi perhatian dalam penilaian kinerja Semester I Tahun 2026.
Pada bidang kehumasan, pembahasan difokuskan pada penguatan koordinasi pengelolaan website STAR PROAKSI yang menjadi salah satu media publikasi untuk mendukung implementasi 15 Program Aksi Direktorat Jenderal Imigrasi. Tim juga mendorong peningkatan sinergi antara Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim) dengan Humas Kantor Wilayah serta menyerap berbagai masukan, termasuk usulan pelatihan operator drone guna mendukung dokumentasi dan publikasi kegiatan.

Di bidang BMN, monitoring menitikberatkan pada penyelesaian permasalahan pencatatan aset Gedung Serba Guna melalui reklasifikasi BMN, perkembangan proses Penetapan Status Penggunaan (PSP), penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) Tahun Anggaran 2028 yang menyesuaikan perubahan nomenklatur Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kediri, serta progres pengurusan sertifikat rumah dinas yang saat ini tengah berproses bersama Badan Pertanahan Nasional dan pemerintah kelurahan.
Sementara itu, pada aspek keuangan dan kepegawaian, tim melakukan evaluasi terhadap pengelolaan administrasi, pelaksanaan anggaran, serta layanan kepegawaian guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Monitoring juga menjadi sarana pembinaan dan asistensi untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi satuan kerja sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara tepat, tertib, dan akuntabel.
