
SIDOARJO – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur mendorong peningkatan kualitas pelaporan layanan keimigrasian melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dilakukan dengan mengoptimalkan Inovasi PRIMA JATIM (Pelaporan Real-Time Imigrasi Madani Jawa Timur), sebuah platform berbasis website yang memungkinkan data pelaporan dihimpun secara lebih cepat dan terintegrasi.
Sosialisasi sekaligus pendampingan penggunaan PRIMA JATIM dilaksanakan di Hotel Aston Sidoarjo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran kantor imigrasi dan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur.
Ketua Tim Dokumen Perjalanan Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur sekaligus Project Leader PRIMA JATIM, Thomas Jefferson Sihombing, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan terhadap data pelaporan yang cepat, akurat, dan dapat dipantau secara berkelanjutan.
“PRIMA JATIM kami hadirkan untuk mempermudah proses pelaporan dari satuan kerja. Dengan sistem ini, data dapat dihimpun secara real-time sehingga lebih cepat untuk dipantau dan dikonsolidasikan di tingkat wilayah,” ujar Thomas.
Menurut Thomas, kecepatan dalam menghimpun data perlu diikuti dengan ketepatan dan validitas informasi yang disampaikan oleh masing-masing satuan kerja. Karena itu, PRIMA JATIM tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengumpulan data, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendukung kualitas pelaporan dan evaluasi kinerja.
“Yang ingin kami bangun bukan hanya pelaporan yang cepat, tetapi juga data yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang masuk nantinya dapat menjadi salah satu bahan dalam melihat capaian kinerja dan mendukung penilaian Indikator Kinerja Utama atau IKU,” katanya.
Thomas menambahkan, penerapan PRIMA JATIM juga merupakan bagian dari transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Integrasi pelaporan melalui satu platform diharapkan dapat mengurangi proses yang berulang sekaligus memudahkan pemantauan data dari satuan kerja di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur.
Melalui sosialisasi dan pendampingan tersebut, jajaran kantor imigrasi dan Rudenim diberikan pemahaman mengenai penggunaan platform, mekanisme penginputan, serta pengelolaan data pelaporan. Implementasi PRIMA JATIM diharapkan dapat mewujudkan proses pelaporan keimigrasian yang lebih cepat, tepat, akuntabel, dan terintegrasi di Jawa Timur.
