
SURABAYA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur mengikuti Rapat Analisis dan Evaluasi (ANEV) Kinerja Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta diikuti seluruh jajaran Imigrasi di Indonesia.

Di Jawa Timur, kegiatan diikuti Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, didampingi para Kepala Bidang dan Kepala Bagian.
Dalam paparannya, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyampaikan bahwa rata-rata capaian Indikator Kinerja Program Direktorat Jenderal Imigrasi pada Semester I Tahun 2026 mencapai 99,02 persen. Capaian tersebut dinilai sangat baik dan mencerminkan keberhasilan pelaksanaan program kerja di berbagai lini.
"Tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur terdiri atas Indeks Penegakan Hukum Keimigrasian, Indeks Kualitas Layanan Keimigrasian, dan Indeks Kinerja Dukungan Manajemen. Secara keseluruhan, rata-rata capaian ketiga indikator tersebut mencapai 99,02 persen," ujar Hendarsam.

la menambahkan, penguatan integritas organisasi dan perbaikan proses bisnis menjadi fondasi dalam mempercepat transformasi tata kelola keimigrasian. Menurutnya, penguatan budaya kerja, kepatuhan internal, serta implementasi program Quick Win terus didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pengawasan, dan akuntabilitas di seluruh fungsi keimigrasian.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengingatkan seluruh jajaran agar menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan senantiasa menjaga integritas dalam menjalankan amanah. "Kita harus mengerjakan tugas sesuai SOP yang berlaku. Saya yakin semua sudah memahami mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Hal-hal yang dilarang jangan dilakukan. Stop!" tegas Agus.
la juga mengingatkan bahwa nama baik institusi merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kesalahan yang dilakukan oleh satu orang pegawai dapat berdampak pada citra seluruh organisasi. "Kita harus menjaga institusi ini bersama-sama. Tugas kita mengawal agar institusi ini mendapat tempat di hati masyarakat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa," katanya.
