
YOGYAKARTA – Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Darori, mengikuti Sosialisasi Pengembangan Karier Jabatan Fungsional yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 27–30 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai kebijakan terbaru pengelolaan jabatan fungsional, pengembangan kompetensi pegawai, serta penataan sistem pembinaan karier di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam sosialisasi tersebut disampaikan sejumlah kebijakan strategis, di antaranya optimalisasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pembinaan Karier (SISBINKAR) yang mulai tahun 2026 pengelolaannya dilimpahkan kepada masing-masing satuan kerja. Seluruh satker diminta melakukan pendataan dan pemutakhiran data pegawai sebagai dasar pembinaan karier yang lebih akurat dan terintegrasi. Selain itu, jajaran Kanwil dan Kantor Imigrasi Ponorogo juga membahas persiapan pelaksanaan rekonsiliasi anggaran guna memastikan kesesuaian penggunaan anggaran, efektivitas penghematan, serta ketepatan perencanaan kebutuhan operasional.

Sosialisasi juga membahas penyusunan peta jabatan terbaru bagi Jabatan Fungsional, penyusunan Penetapan Angka Kredit (PAK) yang dilakukan setiap tahun agar selaras dengan periode SKP, serta kebijakan bahwa pejabat fungsional yang telah diangkat dalam Jabatan Pengawas tidak lagi memerlukan usulan pemberhentian dari jabatan fungsional sebelumnya. Selain itu, disampaikan pula rencana penyesuaian grade tunjangan kinerja bagi jabatan pelaksana sesuai jenjang pendidikan yang akan diterapkan secara bertahap berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, peserta juga didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan Platform Pembelajaran dan Kompetensi (PK Bankom). Setiap kegiatan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan kerja dapat dikonversi menjadi Jam Pelajaran (JP) melalui penerbitan sertifikat dan diusulkan secara berjenjang kepada Kantor Wilayah sebagai bagian dari pengembangan kompetensi pegawai.
