SURABAYA - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, beserta jajaran menerima kunjungan kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau di Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur pada Rabu (30/04/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penguatan koordinasi, pertukaran informasi, serta diskusi strategis terkait pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian di masing-masing wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur memaparkan profil organisasi, capaian kinerja, hingga berbagai program strategis yang telah dijalankan. Saat ini Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur membawahi 11 Kantor Imigrasi dan 1 Rumah Detensi Imigrasi dengan total 1.022 pegawai yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur. Selain itu, dipaparkan pula berbagai inovasi pelayanan seperti DE IMEJ atau Digital Ecosystem of Immigration and East Java yang dikembangkan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenim Jatim menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan berbagi praktik baik antarwilayah. “Melalui kegiatan ini kita dapat saling bertukar strategi dalam meningkatkan pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum keimigrasian agar semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ke depan,” ungkapnya.
Pada sesi diskusi, Kakanwil Ditjenim Kepri, Guntur Sahat Hamonangan menyampaikan berbagai tantangan pengawasan keimigrasian di wilayah maritim. Disampaikan bahwa hampir setiap hari terjadi deviasi kapal di wilayah Kepulauan Riau sehingga pengawasan harus dilakukan secara optimal dan responsif. Selain itu, mereka menilai bahwa selama ini fokus keimigrasian masih banyak tertuju pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), padahal masih banyak potensi lain dalam lingkup keimigrasian yang dapat dikembangkan lebih luas.
Kanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau juga menyampaikan upaya penguatan kelembagaan melalui gagasan perubahan menjadi Kanwil Maritim Imigrasi guna mendukung pengawasan wilayah perbatasan dan maritim secara lebih optimal. Dalam paparannya turut disampaikan pentingnya pemanfaatan anggaran secara optimal, mengingat anggaran terbesar saat ini berada pada bidang sistik guna mendukung penguatan sistem, sarana, serta pengawasan keimigrasian di wilayah maritim dengan mobilitas perlintasan yang tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua kantor wilayah juga membahas berbagai peluang penguatan kelembagaan dan optimalisasi pelaksanaan tugas keimigrasian di wilayah masing-masing. Pertukaran informasi dan pengalaman diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan serta peningkatan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian.
Sebagai bentuk apresiasi dan simbol penguatan hubungan antarwilayah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau kepada Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur. Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi dan kolaborasi antar kedua kantor wilayah dapat semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
